XEM_LONG_11
1. Sebagai penanda overbought dan oversold
Indikator stochastic adalah indikator yang mengukur pergerakan naik turun harga dengan kisaran angka 0-100. Jika berada pada angka 80 atau lebih besar, maka artinya suatu aset telah mengalami overbought, sehingga kemungkinan besar harga akan berbalik turun atau terkoreksi. Bagi trader ini artinya waktu untuk melakukan sell.
Namun, jika berada pada angka 20 atau lebih kecil, maka artinya suatu aset telah mengalami oversold, sehingga kemungkinan besar harga akan berbalik naik. Bagi trader ini artinya waktu untuk melakukan buy. Akan tetapi, sinyal ini tidak bisa diandalkan apabila tren harga berada pada posisi yang kuat. Oleh karena itu, trader forex harus memastikannya dengan dua acuan lain berikut.
2. Melihat jeli titik perpotongan garis (crossover)
Berbeda dengan indikator RSI yang hanya memiliki satu garis sinyal, pada indikator stochastic , trader bisa melihat dua garis yang sering disebut sebagai garis %K untuk warna biru dan garis %D untuk warna merah yang biasanya ditampilkan sebagai garis putus-putus. Dua garis komponen indikator stochastic ini ditampilkan secara bersamaan di bawah grafik harga.
Garis %K mengukur tingkat perubahan harga saat ini dan sering disebut dengan fast stochastic , sedangkan garis %D merupakan nilai rata-rata (moving average) dari garis %K dan disebut dengan slow stochastic .
Apa perbedaan stochastic slow dan fast? Fast stochastic adalah garis indikator stochastic yang bereaksi lebih cepat karena menggunakan perhitungan dengan data harga terbaru namun bisa menghasilkan sinyal yang salah sedangkan stochastic slow adalah garis indikator stochastic yang bereaksi lebih lambat dan menggunakan perhitungan nilai rata-rata (moving average), meskipun membutuhkan lebih banyak waktu untuk menghasilkan sinyal, namun hasilnya akan lebih akurat.
Jika menggunakan rumus indikator stochastic , perhitungan untuk %K dan %D pada suatu periode tertentu adalah sebagai berikut ini.
%K (N)= 100 x (Close Price – Low Price) / (High Price – Low Price)

