Mengenal Bitcoin (BTC), mata uang kripto pertama dalam sejarah.
Saat pertama kali mendengar kata “Bitcoin”, apa yang ada dipikiran anda? Apakah produk teknologi? Sesuatu yang ada ada dalam internet? atau bahkan uang untuk bermain game? Sebenarnya, apa sih bitcoin itu?
Baca juga: Cryptocurrency, Apa? Bagaimana?
Apa itu Bitcoin (BTC)?
Bitcoin adalah mata uang kripto (Cryptocurrency) pertama yang ada di dunia ini. Diterbitkan tahun 2009 oleh seorang anonymous bernama Satoshi Nakamoto. Siapakah Satoshi Nakamoto itu? Sampai dengan artikel ini ditulis, belum ada kepastian siapakah orang ini. Bisa jadi ternyata Satoshi Nakamoto bukanlah sebuah individu, melainkan sebuah kelompok. Melihat dari sistem yang dibuat, sungguh hebat jika Satoshi Nakamoto hanya bekerja seorang diri.
Yang lebih hebatnya lagi, siapakah penemu dari bitcoin ini sebenarnya tidak terlalu penting, tidak akan mempengaruhi keberjalanan proyeknya, jutaan user lah yang akan mempengaruhi keberjalanan teknologi ini melalui algoritma dan demokrasi yang mereka jalankan.
Mari kita baca whitepaper dari Bitcoin itu sendiri. Whitepaper sendiri adalah dokumen tertulis yang diterbitkan sebagai penjelasan secara keseluruhan mengenai proyek tersebut.
Whitepaper bitcoin kini sudah tersedia bahasa Indonesia, diterjemahkan oleh Cristopher Tahir, Gregorius Airlangga, dan Kevin Hendrawan.
Whitepaper Bitcoin berbahasa Indonesia bisa di akses disini: https://bitcoin.org/files/bitcoin-paper/bitcoin_id.pdf
Bitcoin sendiri adalah sebuah konsep mata uang digital dengan prinsip Peer-to-Peer. Bagaimana cara kerja peer-to-peer di bitcoin ini? Apa artinya?
Artinya, bitcoin bisa berjalan dengan tidak memiliki server pusat. Server bitcoin ini bersifat terdistribusi dan terdesentralisasi kepada setiap penggunanya di seluruh dunia!
Melihat dari whitepaper nya, hal-hal yang ingin diselesaikan oleh Satoshi Nakamoto adalah membuang pihak ketiga untuk mewujudkan transaksi langsung dari individu ke individu lainnya.
Tetapi tetap saja, tidak adanya pihak ketiga menyebabkan adanya potensi pembelanjaan ganda (double-spending) solusi yang ditawakan adalah dengan membuat jaringan berbasis peer to peer. Jaringan ini yang akan membuat catatan waktu (timestamp) dari transaksi-transaksi dengan cara melakukan hashing yang akan dimasukkan ke dalam rantai hash-based proof of work yang membuat catatan yang tidak dapat diuba tanpa melakukan proof-of-work tersebut.
Bagaimana? sudah mulai pusing ?
di artikel ini tidak akan saya bahas lebih lanjut bagaimana cara kerja komputasi dari bitcoin. Karena akan terlalu rumit dan sulit dipahami.
Garis besar project bitcoin secara keseluruhannya adalah:
- Bitcoin adalah mata uang digital yang mendunia.
- Bitcoin tidak berbasis pada bank sentral manapun. Sistem peer-to-peer yang akan menjadi landasan keberjalanan bitcoin. Artinya Bitcoin (BTC) tidak bisa digandakan atau di manipulasi, karena akan ketahuan oleh jaringannya apabila ada pemalsuan.
- Bitcoin memiliki sistem terdesentralisasi dan terdistribusi, yang artinya kita bisa tahu akun siapa memiliki saldo berapa.
- Walaupun sistem pencatatannya terdesentralisasi dan terdisribusi, tetapi keamanannya dijamin oleh teknologi kriptografi yang artinya akan bersifat anonim, kecuali pihak yang memiliki akun nya mau mempublikasikan nomor rekeningnya.
- Bitcoin memiliki jumlah yang terbatas, hanya akan ada 21Juta total bitcoin yang akan ada di dunia ini. tidak bisa lebih. Hingga artikel ini dibuat(Juli 2019), setidaknya total suplai bitcoin sudah mencapai 85%. Diperkirakan akan menjadi 100% di tahun 2040.
Bagaimana cara mendapatkan bitcoin?
Mendapatkan mata uang kripto bisa dilakukan dengan 2 cara, Menambang dan membeli dari orang lain. Menambang? Seperti tambang emas? Benar sekali! Kita bisa menambang mata uang kripto di tambangnya atau di “Node”, contohnya di tambang Bitcoin, kita bisa menambang dengan cara memverifikasi transaksi orang lain, dari situ akan diberi soal-soal algoritma matematika yang hanya bisa diselesaikan oleh komputer, dari menyelesaikan soal tersebut, ada “hadiah” sejumlah Bitcoin yang akan didapatkan. Jadi semakin besar kekuatan komputer yang dimiliki, akan semakin banyak bitcoin yang akan didapatkan!
Yang kedua kita bisa mendapatkan bitcoin dengan membelinya dari orang lain dengan cara membelinya lewat exchanger. Exchanger adalah sebuah instansi yang melayani pelayanan jual-beli aset kripto. Dengan membuka rekening di exchanger, mereka akan memberikan “Wallet” yang akan digunakan untuk menyimpan aset kripto yang sudah kita transaksikan. Wallet yang akan didapatkan berbentuk QR Code dan tulisan yang terenkripsi.
Beberapa perusahaan exchanger yang ada di Indonesia: Indodax, Triv, Luno,Tokenomy,Rekeningku.com, Coinone Indonesia, UpBit Indonesia, Gopax, Huobi Indonesia, Tokocrypto.
Beberapa perusahaan yang ada di luar negeri: Indacoin, Kraken.com, local bitcoins, xmlgold
Berapa harga bitcoin saat ini?
Harga bitcoin akan berubah-rubah setiap waktu dengan tingkat volatilitas yang sangat tinggi. Perubahan harganya sangat rentan dan cepat. Jika anda beli hari ini seharga Rp.100juta, bisa jadi setelah 5 menit saat anda tinggal makan akan menjadi Rp.150juta, bisa jadi juga akan turun menjadi Rp.50juta, ini sangat tidak masuk akal! namun pada kenyataannya, ini hal yang sangat lumrah terjadi di pasar mata uang kripto! Perubahan harga 50%–100% sangat sering terjadi.
lalu apa penyebab dari perubahan harga bitcoin?
Harga bitcoin ditentukan berdasarkan ekspektasi pasar. Perubahan harganya di tentukan murni dari supply dan demand (penawaran dan permintaan). Ibaratkan anda memiliki 1 batu yang hanya ada 10 di dunia. Saat pasar mengetahui bahwa batu tersebut bagus dan hanya tersedia dalam jumlah terbatas. Ekspektasi pasar tersebut akan naik dan beranggapan bahwa batu tersebut adalah barang mahal. Yang berakibatkan harga batu menjadi mahal.
Itu simulasi jika harga mengalami kenaikan, bagaimana jika harga turun?
Masih menggunakan cerita batu, bagaimana jika setelah banyak orang yang membeli batu tersebut, pasar menjadi bosan? dan beranggapan bahwa sebenarnya batu tersebut hanya batu biasa? artinya ekspektasi pasar akan menurun. Berakibat harga batu tersebut akan menurun mengikuti berapa harapan pasar.
Berikut adalah harga bitcoin saat artikel ini ditulis:
Coba lihat grafik perubahan harganya, sangat fluktuatif bukan?
Bagaimana harganya? Sangat mahal bukan? Rp.160jt. Bagaimana cara membelinya jika harga bitcoin mahal sekali?
Tenang saja, kita bisa membeli pecahan dari bitcoin sampai dengan 8 angka di belakang koma dengan satuan satoshi.
1 satoshi = 0.00000001 BTC
(BTC adalah singkatan dari Bitcoin)
Yang artinya, kita bisa membeli 0.1 bitcoin, 0.001 bitcoin, hingga 0.000000001 bitcoin.
Bagaimana status Bitcoin (BTC) di Indonesia?
Pada umumnya, sebuah negara bisa mengannggap sebuah aset kripto dengan 3 status; Dianggap menjadi komoditas, dianggap sah menjadi alat tukar, dan dianggap tidak legal.
Jika dianggap menjadi komoditas, artinya bitcoin sah untuk di perdagangkan atau di perjual-belikan. Tetapi tidak boleh menjadi alat tukar. Artinya kita tidak boleh menjual dan membeli sesuatu menggunakan bitcoin.
Jika dianggap menjadi alat tukar, artinya bitcoin sah untuk di perjual-belikan, dan sah untuk menjadi alat pembayaran. Artinya kita bisa membeli dan menjual sesuatu dengan menggunakan bitcoin. Saat ini sudah banyak negara yang menganggap bitcoin sebagai alat tukar; seperti Inggris, Itali, dan Jepang.
Jika dianggap tidak legal, maka di negara tersebut bitcoin dilarang untuk beredar. Tidak boleh diperjual belikan apalagi dijadikan alat pembayaran. Mengapa demikian? sebenarnya banyak faktornya tetapi pada umumnya pemerintah setempat masih terlalu takut dan melindungi sistem keuangan mereka. Contoh negara yang melarang bitcoin adalah: Bangladesh, Bolivia, dan Ecuador.
Di Indonesia, saat ini bitcoin dianggap sebagai komoditas, perdagangannya sah tetapi tidak boleh dijadikan sebagai alat tukar. Saat ini transaksi di Indonesia hanya boleh dilakukan dengan menggunakan mata uang Bank Indonesia; Rupiah.
Potensi Bitcoin (BTC) untuk masa depan
Banyak orang yang berpendapat bahwa saat ini bitcoin baru mencapai fase early adoption,yang artinya entitas yang berinvestasi di bitcoin baru sedikit dan kebanyakan bersifat korporat. Bayangkan jika bitcoin sudah mencapai fase public adoption? Apakah harga bitcoin akan semakin mahal? atau malah menjadi sangat murah? pasar di masa depan lah yang akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Bagaimana sikap saya untuk menyikapi potensi perkembangan Bitcoin ini?
well, wait and see…
Di balik kesempatan yang besar, akan ada resiko yang sangat besar pula. Maka dari itu, sangat penting untuk kita memahami resiko dan mengatur tingkat resiko, setiap individu memiliki profil resiko yang berbeda-beda dan pendekatan nya pun akan berbeda. Untuk apa mengatur resiko? agar jika rugi, tidak terlalu rugi dan apabila untung, kita tidak akan menjadi serakah!
Sebagai penutup, berikut saya jabarkan “Fun Facts” terkait bitcoin:
- Harga bitcoin pernah mencapai Rp.300juta pada desember tahun 2017. Sempat mengalami penurunan hinga Rp.50 juta pada 2018 dan hanya menjalani fase Bear Market (Grafik pasar yang turun) selama satu setengah tahun dan naik kembali hinga Rp.200juta pada juni 2019!
- Bitcoin adalah mata uang kripto dengan harga dan kapitalisasi pasar tertinggi.
- Harga bitcoin sangat tidak stabil, bisa jadi harganya naik atau turun sebesar lebih dari 50% dalam hitungan menit. Anda bisa mendadak kaya raya atau sangat rugi.
Pergerakan harga bitcoin saat ini memang belum stabil, maka dari itu investasi di bitcoin sangat berbahaya dan beresiko tinggi. Kita perlu mempersiapkan strategi yang matang sebelum memasuki pasar yang penuh dengan kesempatan sekaligus berbahaya ini.
Terimakasih! salam to the moon!
Salam,
Nashrullah Putra Sulaeman
Published at Sat, 06 Jul 2019 10:10:09 +0000
