May 4, 2026

Karyawan Swasta (Perusahaan Lokal) Wajib Waspadai Resesi Ekonomi 2020 Agar Tetap Cuan!

Karyawan Swasta (Perusahaan Lokal) Wajib Waspadai Resesi Ekonomi 2020 Agar Tetap Cuan!

Beberapa waktu lalu Presiden Jokowi mengatakan bahwa Indonesia perlu menyiapkan ‘payung’ untuk menghadapi resesi di tahun 2020. Resesi adalah kondisi ketika produk domestik bruto (GDP) menurun atau ketika pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun. Indonesia termasuk dalam ‘Fragile Five’, yaitu istilah yang diciptakan pada Agustus 2013 untuk mewakili negara berkembang yang bergantung pada investasi negara asing.

sumber: CNBC Indonesia

Kekacauan politik di Inggris seputar Brexit dan perang dagang antara AS vs China menjadi penyebabnya, membuat ekonomi global melambat dan berdampak pada manufaktur AS.

Lalu apa dampaknya bagi suatu negara yang masuk ke jurang resesi?

Resesi mengakibatkan penurunan secara simultan pada setiap aktivitas di sektor ekonomi. Sebut saja lapangan kerja, investasi, dan juga keuntungan perusahaan.

Apa dampak resesi bagi karyawan?

Resesi memimbulkan efek domino pada masing-masing kegiatan ekonomi tersebut. Ketika investasi mengalami penurunan lalu bank mulai mengeluarkan kebijakan ketat dalam menyalurkan kredit, maka tingkat produksi atas produk atau komoditas juga akan menurun. Maka, akan terjadi banyak pengangguran akibat pemutusan hubungan kerja. Secara lebih lanjut, kondisi tersebut mengakibatkan daya beli masyarakat menurun yang berimbas pada turunnya keuntungan perusahaan.

Resesi global ini diprediksi terjadi dalam 1 hingga 1,5 tahun mendatang. Apa yang harus persiapkan jika resesi itu terjadi? Mulailah investasi (atau mengalihkan investasi berisiko tinggi) pada instrumen berisiko rendah. Tapi kamu juga harus memastikan pilihan investasi kamu itu juga tidak akan terkena inflasi (yang juga menjadi salah satu dampak dari resesi).

Pilihan investasi yang tepat saat resesi global

Dalam resesi, pasar sahamlah yang duluan tertekan, karena perusahaan menggunakan dana dari publik. Aksi jual besar-besaran pun akan terjadi dan membuat nilai tukar uang negara lain semakin tinggi terhadap dolar AS.

Ketika itu terjadi, biasanya orang akan membeli emas sebagai safe haven untuk melindungi nilai uangnya agar tak merosot. Tapi, sejak 2013 harga emas tidak naik lagi. Bahkan dalam rentang 5 tahun, emas hanya naik sekitar 20 persen.

Oleh karena itu, Cryptocurrency bisa menjadi pilihan terbaik sebagai safe haven lagi ketika resesi itu benar-benar terjadi

Kok bisa?

Sinyal resesi terbaru munculpada 22 Maret 2019 lalu. Pasar ekuitas telah menghadapi tekanan yang signifikan karena kekacauan politik di Inggris seputar Brexit dan ketegangan perdagangan antara AS dan Cina karena perang perdagangan yang sedang berlangsung.

Sementara itu, Bitcoin telah mengalami kenaikan meteorik sepanjang paruh pertama tahun 2019, naik tajam dari wilayah $ 3.000 lebih rendah ke tertinggi $ 13.800.

Karena hal tersebut, menurut PlanB — Market Analist terkemuka, Federal Reserve (Bank Central) tidak akan dapat menolak Bitcoin ditengah resesi global karena korelasi negatifnya dengan pasar ekonomi makro. Ken Xuan, data scientist di Fundstrat, mengatakan dalam catatan Agustus bahwa investor memperlakukan bitcoin sebagai aset safe-haven. Bahkan berdasarkan hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh cryptocurrency exchange eToro, 40% dari millenial akan berinvestasi di cryptocurrency selama masa resesi. Nilai bitcoin diprediksi akan semakin meningkat di 2020, dan saat ini waktu yang tepat untuk kamu mulai berinvestasi aset digital ini.

Bagaimana cara memulai investasi cryptocurrency?

  1. Untuk kamu yang belum terlalu banyak mengerti tentang BTC dan cryptocurrency lainnya, ada baiknya mencari informasi sebanyak-banyak dulu tentang cryptocurrency (basic information — mulai dari istilah umum dan cara bekerjanya)
  2. Jika merasa informasi tentang investasi cryptocurency sudah cukup, saatnya kamu mulai membuat portofolio investasi kamu. Ingat, jangan menyimpan telur dalam satu keranjang! Kombinasikan aset digital yang berisiko tinggi dan rendah.
  3. Pilih platform cryptocurrency exchange yang tepat serta memudahkan kamu untuk membeli aset digital tersebut. Pilih yang memberikan keamanan (double security), respon yang cepat untuk penggunanya, kecepatan proses transaksi (jual/beli/penarikan) dan biaya admin yang rendah

Tapi kalau kamu masih bingung, kamu bisa mencoba platform BitcoinBot yang benar-benar memberikan kemudahan untuk berinvestasi cryptocurrency.

Kamu tidak perlu pusing membuat portofolio investasi, karena BitcoinBot telah menyediakan mata uang kripto yang mempunyai trend harga bagus, yaitu Bitcoin, Ethereum dan Litecoin. Di BitcoinBot, kamu bukan hanya bisa menyimpan aset-aset digitalmu dengan aman, bahkan kamu juga bisa membuat aset kamu bertambah setiap harinya dengan mengikuti program investasi di BitcoinBot.

Profit yang ditawarkan adalah sebagai berikut

Sumber: BictoinBot Instagram

Optimal untuk masa investasi 12 bulan, Comfort untuk 6 bulan dan Standart untuk 3 bulan. Aset kamu akan dikelola (diperdagangkan) dengan menggunakan robot artificial intelligence milik BitcoinBot yang mampu memberikan profit yang stabil setiap harinya.

Sebelum resesi itu terjadi, sekarang saat yang tepat untuk kamu investasi cryptocurrency di BitcoinBot dan merasakan keuntungan lebih seperti 1000 investor lainnya yang ada di BitcoinBot.

Join grup telegram BitcoinBot Indonesia sekarang, untuk info lebih lanjut!

Published at Sun, 06 Oct 2019 17:26:37 +0000

{flickr|100|campaign}

Previous Article

South Korea’s Crypto Youth | Cointelegraph Documentary

Next Article

Obtaining a Money Transmitter License in California

You might be interested in …