September 5, 2026

Bitcoinisasi di Venezuela Sebagai Mata Uang Nasional, Mungkinkah?

Bitcoinisasi di Venezuela Sebagai Mata Uang Nasional, Mungkinkah?

Bitcoinisasi di Venezuela Sebagai Mata Uang Nasional, Mungkinkah?

Venezuela dulunya merupakan salah satu negara Amerika Latin terkaya karena memiliki cadangan minyak terbanyak. Didukung dengan sistem demokrasinya yang banyak dipuja di seluruh dunia pada tahun 70 an, Venezuela diprediksi The New York Times akan memiliki masa depan yang gemilang. Namun sekarang, negara ini sedang berada pada ambang kehancuran dengan tingkat inflasi tertinggi di dunia yang membuat tidak teraksesnya makanan dan obat-obatan. Bahkan pada empat tahun terakhir ini, GDP Venezuela telah merosot jauh sebesar 35%, lebih tajam dibandingkan dengan yang terjadi pada masa The Great Depression di Amerika Serikat. Hal ini terjadi semenjak terpilihnya Nicolas Maduro yang dapat dikatakan merupakan pemerintah otoriter disana. Pada masa pemerintahan Mantan Presiden Venezuela Hugo Chavez, dilakukan penerapan kebijakan kontrol mata uang yang bertujuan untuk membendung pelarian modal (capital flight) setelah terjadinya pemogokkan minyak. Kebijakan ini menciptakan empat nilai tukar bolivars, mata uang resmi Venezuela, yang berbeda-beda tergantung kebutuhannya. Sistem yang kompleks ini menyebabkan banyak masalah di Venezuela karena ribetnya proses birokrasi yang harus dilalui untuk dapat menerapkan nilai tukar mana yang dapat seseorang gunakan (Disilvestro, 2016). Ditambah lagi, Venezuela merupakan salah satu negara dengan tingkat korupsi tertinggi di dunia. Jika pada tahun 2003 nilai mata uang bolivars terhadap US dollars adalah 1,6:1, pada konversi mata uang termurah (yang hanya dapat dilakukan oleh elit politik) bolivars saat ini adalah 0.09 per 1 dollar AS.

Pasar uang yang secara inheren tidak stabil karena adanya volatilitas di pasar menyebabkan demand akan Venezuela bolivars ini jadi sangat menurun bahkan sudah ‘tidak ada harganya’. Ditambah lagi dengan merosotnya harga minyak yang menjadi sumber kekuatan utama Venezuela pada akhirnya menyebabkan hiperinflasi disana. Dampak yang terjadi adalah terciptanya masyarakat miskin yang menjadi 82% populasi di Venezuela tidak memiliki akses ke kebutuhan sehari-hari dan obat-obatan. Uang kertas pun jadi cukup langka disana dan masyarakat lebih memilih penggunaan dollar atau mata uang lain dalam bertransaksi. Lalu ada fenomena unik di Venezuela ini, yaitu pembiayaan listrik yang hampir gratis karena disubsidi pemerintah, dan terjadi booming cryptocurrency sejak tahun 2009 lalu menyebabkan masyarakat di sana berlomba-lomba melakukan penambangan (mining) cryptocurrency, dalam hal ini Bitcoin sebagai pentolan cryptocurrency sekarang. Fenomena ini menciptakan pertanyaan besar dalam tulisan saya ini yaitu, sejauh mana dampak kebijakan nilai tukar mata uang di Venezuela berpotensi menjadi dorongan Bitcoin (BTC)isasi disana?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya berargumen bahwa dampak kebijakan nilai tukar mata uang bolivars di Venezuela yang kompleks menjadikan nilai mata uang tersebut jadi tidak bernilai bagi para warganya sehingga penggunaan mata uang asing bahkan cryptocurrency, dalam hal ini bitcoin, menjadi lebih diminati.

Bitcoinisasi Sebagai Bentuk Regionalisasi Mata Uang Jenis Baru?

Benjamin Cohen dalam tulisannya mengatakan bahwa aktor dan transaksi ekonomi saat ini tidak menggunakan satu mata uang, yaitu mata uang tempat asal mereka dan terjadi peredaran mata uang lintas batas sehingga menciptakan apa yang dia sebut new geography of money (Cohen, 2002). Kemudian Cohen menawarkan strategi dalam menghadapi persaingan mata uang yang ada seperti market leadership, market preservation, market alliance, dan market followership. Strategi yang ditawarkan oleh Cohen menurut saya tidak bisa dilakukan oleh Venezuela yang sedang krisis dan hanya memiliki cadangan luar negeri dibawah 10 Milliar dollar AS dan bukan berbentuk cash, kebanyakan berbentuk sebagai batangan emas yang harganya dapat naik turun.

Kemudian Cohen (2002) juga berargumen bahwa mata uang nasional suatu negara dapat menghilang dan digantikan karena adanya populasi dari mata uang regional. Hal ini disebut sebagai regionalisasi mata uang seperti yang telah dilakukan oleh Eropa (kecuali Inggris) dengan penggabungan mata uang mereka menjadi mata uang baru yaitu Euro. Strategi tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan strategi market alliance yang sudah saya sebut diatas. Lalu ada pilihan lain yaitu dengan menerapkan mata uang yang sudah ada (tanpa membuat yang baru seperti Euro) kepada negara mereka. Hal ini disebut Cohen sebagai dollarisasi dengan menggunakan strategi market followership yaitu perjanjian pemerintah untuk menggantikan mata uang negaranya dengan mata uang yang sudah ada sebelumnya.

Namun bobroknya manajemen Presiden Maduro dan hancurnya perekonomian di Venezuela, ditambah hiperinflasi, yaitu ketika harga-harga naik tak terkendali dan nilai mata uang merosot drastik membuat saya berpikir bahwa penawaran Cohen tidak akan bisa dilakukan oleh Venezuela. Langkanya dollar bahkan bolivars sendiri di pasar Venezuela membuat dollarisasi mustahil dilakukan. Ditambah lagi, pemerintahan Presiden Maduro yang dikecam banyak negara membuat penyatuan dengan mata uang negara lain akan sangat sulit dilakukan. Daniel Osorio, Adivsor Modal Andean menyatakan bahwa saat ini masyarakat Venezuela telah menjadi cashless society (Osorio, 2017). Keadaan ini menyebabkan apa yang dikatakan Cohen bahwa dunia akan bergerak menuju dunia dengan mata uang yang lebih sedikit akan benar terjadi. Lalu bagaimana masyarakat Venezuela mempertahankan kegiatan ekonominya?

Hiperinflasi di Venezuela yang menciptakan cashless society dan peningkatan penggunaan bitcoin dalam bertransaksi

Kontinuitas penurunan harga minyak dan manajemen Maduro yang berantakan membuat perekonomian Venezuela hampir lumpuh total. Hal ini menyebabkan masyarakat Venezuela untuk menemukan cara baru demi melindungi kondisi finansial mereka. Berdasarkan zerohedge.com, antara tahun 2014 dan 2016 pengguna Bitcoin di Venezuela meroket drastis yang tadinya hanya beberapa ratus menjadi lebih dari 85.000 pengguna. Ini disebabkan subsidi listrik yang besar-besaran oleh pemerintah dan terjun bebasnya mata uang disana mendorong para entrepreneur muda Venezuela melihat celah demi bertahan hidup yaitu dengan melakukan penambangan (mining) Bitcoin. Untuk ringkasnya, Bitcoin adalah file digital yang meliputi nama dan saldo, dan orang-orang melakukan pertukaran uang dengan merubah file ini. Sebagai contoh jika A membeli motor ke B yang seharga lima bitcoin, saldo bitcoin A akan menurun lima poin dan saldo B akan menambah lima. B bersedia menukarkan barang aslinya demi menambah saldo digital ini karena dia yakin orang lain akan juga mempercayai sistem ini. Sistem terdesentralisasi inilah yang menyebabkan masyarakat Venezuela menjadi lebih memilih melakukan transaksi dengan bitcoin yang disebut sebagai perlawanan terhadap sistem.

Pengguna bitcoin memenuhi pasar dengan membeli kebutuhan pokok mereka secara online seperti melalui amazon.com. Meskipun amazon.com tidak menerima pembayaran melalui bitcoin secara langsung, namun para pemilik bitcoin dapat membeli gift card amazon dengan menggunakan bitcoin, kemudian gift card tersebut dapat digunakan dalam membeli barang asli. Karena dalam keadaan sekarang, untuk membeli makan siang disana seseorang harus membawa tas penuh dengan uang tunai dan kekuatan membeli masyarakat disana yang rendah melihat bitcoin sebagai sebuah harapan. Kita tidak perlu membuat akun bank, hanya koneksi internet dan sebuah telepon genggam dan ini membuat masyarakat Venezuela yang tidak percaya dengan sistem bank untuk beralih menggunakan bitcoin dalam pembayaran barang ataupun jasa. Osorio juga mengatakan bahwa negara dengan hiperinflasi akan mengalami ultra-dollarisasi, yaitu keadaan tiba-tiba yang mana masyarakat disana mulai bertransaksi dengan dollar. Namun tidak ada cukup dollar di Venezuela untuk menjadikan hal ini kenyataan. Orang-orang pun mulai melakukan transaksi wire hanya untuk membeli makanan di restoran. Transaksi wire bisa dikatakan sebagai transfer dana elektronik dari satu orang ke orang lain. Umumnya, transfer wire ini dilakukan dengan menggunakan akun bank seseorang dan mengirimnya ke akun bank yang lain. Namun karena uang di bank yang sedikit, terjadilah inovasi menarik oleh masyarakat moderen Venezuela yaitu dengan melakukan wire transfer antara satu bitcoin wallet dengan yang lain.

Trend ini menyebabkan masyarakat Venezuela berbondong-bondong melakukan penambangan atau sekedar trading bitcoin dengan menggunakan seperangkat komputer mereka dalam rangka mencari uang. Solusi ini menjadi sangat menggiurkan karena harga bitcoin yang semakin meroket drastis dalam beberapa tahun terakhir (saat ini 1 BTC = 10500 USD) didukung dengan murahnya listrik disana. Untuk melakukan penambangan BTC, seseorang memerlukan komputer, koneksi internet, dan listrik karena komputer yang melakukan penambangan harus dibiarkan terus bekerja 24 jam sehari terus menerus. Meskipun demikian, penambangan BTC di negara ini berada di wilayah abu-abu jika tidak illegal karena terdapat empat penambang yang dituntut karena telah mencuri listrik (bitcoinist.com, 2017).

Tidak hanya menambang, pengguna bitcoin di Venezuela yang sangat kesulitan dapat menerima donasi dari para pengguna BTC di dunia yang bersimpatik akan krisis disana hanya melalui telpon genggam mereka untuk membeli kebutuhan sehari-hari seperti makanan dan obat-obatan. Hal ini mendorong popularitas bitcoin yang sekarang diterima secara eksklusif di Venezuela sebagai metode pembayaran, mengetahui volatilitas bolivar yang sangat tinggi dan kebanyakan tidak berguna saat ini (Forbes.com, 2017). Bahkan, salah satu agen travel online (seperti Traveloka di Indonesia) Venezuela yang bernama Destinia menyatakan bahwa ketidakstabilan bolivar dan masalah yang dihadapi warga Venezuela untuk meninggalkan negara membuat prioritas pembayaran melalui bitcoin menjadi yang utama walaupun Destinia tidak hanya melakukan bisnisnya di Venezuela.

Dalam sistem finansial tradisional, bank sentral dan bank pada umumnya berfungsi sebagai institusi kepercayaan (centralized trust institutions) yang tersentralisasi untuk membuat orang-orang yang tidak mengenal satu sama lain untuk melakukan transaksi. Dalam transaksi bitcoin yang menggunakan sistem blockchain yang terdesentralisasi, seseorang yang ingin melakukan penipuan atau mereka yang ingin “mengakali” sistem tersebut juga harus “mengakali” database keseluruhan yang hampir mustahil untuk dilakukan. Di sebuah masyarakat, dalam kasus ini masyarakat Venezuela, dimana sistem finansial tradisional tidak bekerja sebagaimana meskinya, sebuah sistem yang terdesentralisasi dapat membuat orang-orang melakukan tukar menukar dan transfer tanpa perlu mengenal satu sama lain atau kepercayaan yang tersentralisasi (centralized trust). Bitcoin yang menggunakan sistem desentralisasi blockchain sangat berpotensi untuk mendorong individu-indivudu yang mengandalkan sistem dengan institusi yang tersentralisasi seperti bank untuk menciptakn generasi baru sistem keuangan. Solusi ini sangatlah bermanfaat untuk mereka yang tidak dapat membuat akun di bank atau mereka yang membutuhkan transaksi tanpa dipungut biaya lain.

Jika kemungkinan terjadinya bitconisasi di Venezuela yang disebabkan oleh hancurnya ekonomi disana sehingga hilangnya bolivars dan peredaran mata uang lain disana, maka konsep regionalisasi atau dollarisasi yang ditawarkan Cohen akan menjadi outdated. Fenomena ini memerlukan penelitian lebih jauh lagi dalam dunia yang semakin global dan sistem finansial yang semakin rumit ditambah dengan kemajuan teknologi yang menggeser bahkan mengancam fungsi bank sebagai institusi kepercayaan tersentralisasi. Regionalisasi mata uang tidak berlaku jika mata uang yang digunakan adalah cryptocurrency karena mata uang ini hanya berada di dunia internet dan terlepas dari kendali satu negara serta jumlahnya yang terbatas yaitu hanya ada 21 juta. Bitcoin (BTC)isasi dalam kasus ini dapat menjadi sebuah konsep baru yang dapat diterima dalam dunia akademis terutama dalam ranah finansial dan ekonomi dengan adanya landasan-landasan teoretik dan penelitian lain yang mendukung berdirinya konsep ini. Sehingga bitcoinisasi akan lebih condong mengikuti pola dollarisasi karena terbentuknya bitcoin yang sudah ada dan digunakan sebelumnya secara global kemudian diterapkan di sebuah negara.

What’s Next?

Meroketnya bitcoin dalam berbagai aspek di Venezuela yang terbebas oleh kontrol pemerintah disana tidak membuat Maduro tinggal diam. Mengetahui negaranya sedang diambang kehancuran dan melihat maraknya transaksi bitcoin membuat Maduro untuk menerima kebijakan yang membiarkan bitcoin untuk berkembang di negaranya. Meskipun demikian, terdapat kriminalisasi dalam penambangan bitcoin di Venezuela yang berkaitan dengan penyalahgunaan listrik. Kasus terbesar adalah ketika pihak penegak hukum mendapati dua penambang yang mengoperasikan 11.000 komputer penambang dan dituntut melakukan kejahatan cyber dan pencurian listrik (zerohedge.com, 2017).

Negara-negara dengan ekonomi yang terpuruk dapat melihat bitcoin sebagai penyelamat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan Venezuela sedang melihat hal ini terjadi. Oleh karena itu, seiring dengan diterimanya bitcoin dan cryptocurrency lain sebagai metode transaksi yang sah dalam banyak negara dengan ekonomi yang terpuruk, tidak dapat dipungkiri bahwa terjadi ketakutan oleh negara-negara dengan bank pusat yang kuat. Pada akhirnya, kemana otoritas dalam mengatur cryptocurrency? Negara, atau organisasi supranasional, dapat meregulasi dan juga mengawasi fenomena ini terutama dalam masalah penambangan yang dapat mengkonsumsi listrik sangat besar. Untuk sisanya, seperti transaksi dan tukar menukar dengan menggunakan cryptocurrency, saya mengambil pandangan neolib yang membiarkan untuk “let the market do the business”.

Referensi

Cohen, B. (2002). Monetary Instability. In S. McBride, Global Instability: Uncertainty and New Visions in Political Economy. Kluwer Academic Publisher.

Buck, J. (2017, September 25). cointelegraph. Retrieved September 28, 2017, from First Bitcoin (BTC)ization of a Sovereign State is Happening Now: https://cointelegraph.com/news/first-bitcoinization-of-a-sovereign-state-is-happening-now

Disilvestro, E., & Howden, D. (2016, July 1). mises.org. Retrieved September 27, 2017, from Venezuela’s Bizarre System of Exchange Rates: https://mises.org/library/venezuelas-bizarre-system-exchange-rates

Durden, T. (2017, September 24). zerohedge.com. Retrieved September 28, 2017, from An Insider’s View Of The Bitcoin (BTC)ization Of Venezuela: http://www.zerohedge.com/news/2017-09-24/insiders-view-bitcoinization-venezuela

Leary, K. (2017, September 26). futrism. Retrieved September 28, 2017, from This Latin American Country Could Adopt Bitcoin as an Official Currency: https://futurism.com/this-latin-american-country-could-adopt-bitcoin-as-an-official-currency/

Rands, K. (2017, February 3). Why Venezuela’s Currency Crisis Is A Case Study For Bitcoin. Retrieved September 27, 2017, from Forbes: https://www.forbes.com/sites/realspin/2017/02/03/why-venezuelas-currency-crisis-is-a-case-study-for-bitcoin/#4225535319b2

Tompkins, M. (2017, September 25). bitcoinist. Retrieved September 28, 2017, from Venezuelan Hyperinflation Makes Bitcoin An Ideal Way to Transact: http://bitcoinist.com/venezuelan-hyperinflation-makes-bitcoin-an-ideal-way-to-transact/

Published at Sun, 08 Sep 2019 09:10:28 +0000

Bitcoin Pic Of The Moment
Inside Bitcoin (BTC) Hong Kong Conference

Photo Credit: Philip McMaster, CaringCurrency.com

PHOTO: Philip McMaster, World Sustainability Project
Republic Of Conscience
www.RepublicOfConscience.com

If you enjoy and appreciate the energy and effort to provide these images.. please consider supporting Caring Currency – www.republicofconscience.com/currency/join-the-caring-cur… you can tip in Bitcoin (BTC), or more importantly, contribute your expertise and become "Part Of the Solution"

Caring Currency is the non-financial "Social" side of to the Digital Currency world… Caring Currency includes the "Kwai Le Bi" (Happy Coin), DUCKeCOIN, and many other fun approaches to engaging, explaining, and motivating people to participate in the "Pay It Forward" Caring Economy – Quantifying, Sharing & Rewarding Goodwill.
By Philip McMaster PeacePlusOne_!/ on 2014-06-25 13:01:07
tags

Previous Article

“Money” an extraordinary Journey from stones to computers

Next Article

Payments Processor Stripe Launches Lending Service for Online Companies