February 15, 2026

10 Cryptocurrency Terkenal di Dunia – Andri Alfansyah

10 Cryptocurrency Terkenal di Dunia – Andri Alfansyah

Foto: Chaintimes.com

Cryptocurrency atau mata uang digital saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat dan banyak diperbincangkan di mana-mana. Diperkirakan dalam beberapa tahun mendatang, cryptocurrency akan menjadi alat pembayaran tunggal global.

Dunia mata uang digital ini kali pertama dipopulerkan oleh Bitcoin hampir satu dekade silam. Setelah kemunculannya yang fenomenal, Bitcoin yang merupakan mata uang digital paling terkenal di dunia punya banyak saingan.

Ya tidak hanya Bitcoin, banyak mata uang digital lain yang ingin meramaikan dunia cryptocurrency ini. Setidaknya ada lebih dari 1.300 cryptocurrency yang beredar di dunia (saat artikel ini ditulis).

Berikut adalah 10 cryptocurrency yang terkenal:

1. Bitcoin

Bitcoin (BTC) adalah paling terkenal di antara mata uang digital lainnya karena muncul di dunia untuk kali pertama. Bitcoin diciptakan oleh Satoshi Nakamoto pada 2009 lalu hingga dikenal luas masyarakat dunia sampai saat ini.

Menggunakan Bitcoin lebih menguntungkan dibandingkan dengan mata uang biasa. Betransaksi dengan mata uang digital tidak saja mudah dan aman, tapi juga cepat. Selain itu, tidak adanya biaya transaksi menjadikan Bitcoin menjadi pilihan banyak orang. Total Bitcoin yang ada di dunia saat ini ditaksir mencapai 16,7 juta BTC.

2. Ethereum

Saingan utama Bitcoin adalah Ethereum (ETH). Mata uang digital diciptakan oleh Vitalik Buterin yang berasal dari Rusia pada 2013. Meski sama-sama mirip, Ethereum dan Bitcoin ternyata memiliki tujuan yang berbeda tidak sekadar untuk transaksi dan menyimpan saldo saja.

Ethereum diciptakan untuk menjadi komputer dunia dengan menyimpan beragam data, termasuk transaksi atau saldo. Ethereum adalah semacam jaringan blockchain atau peer-to-peer dan open- source dengan mata uang digital yang disebut ether dan punya fitur Smart Contract untuk memprogram transaksi.

3. Ripple

Mata uang digital terkenal berikutnya adalah Ripple (XRP). Diciptakan oleh Ripple Labs, Ripple bertujuan untuk menjadi alat pembayaran global yang menggunakan internet protokol pada website maupun data sebagai basisnya.

Keunggulan Ripple dibandingkan mata uang digital yang lainnya adalah ia bisa ditukar dengan mata uang resmi sebuah negara dan mata uang digital lainnya. Bahkan mata uang digital ini juga bisa ditukar dengan emas dan perak.

4. Bitcoin Cash

Bitcoin Cash (BCH) muncul sebagai solusi transaksi yang tak bisa dilakukan Bitcoin. Jika Bitcoin hanya mampu mengakomodasi transaksi dengan ukuran maksimal setiap blok satu megabyte, Bitcoin Cash mengakomodasi transaksi dalam jumlah banyak, hingga 8 megabyte.

Dengan kemampuannya tersebut, Bitcoin Cash dapat mencegah terjadinya pemisahan (hard fork). Meskipun begitu, baik Bitcoin dan Bitcoin Cash punya buku pencatatan transaksi (ledger) yang berbeda setelah hard fork.

5. Litecoin

Mata uang digital lainnya yang meramaikan dunia cryptocurrency adalah Litecoin (LTC). Penggagasnya adalah mantan pegawai Google, Charles Lee. Dia menciptakannya pada 2011 dengan tujuan untuk lawan yang lebih baik dari Bitcoin. Warnanya perak sehingga disebut sebagai versi lain dari Bitcoin yang berwarna emas.

Kecepatan durasi dalam menghasilkan blok adalah keunggulan dari Litecoin. Mata uang ini membutuhkan 2,5 menit untuk menghasilkan blok berkat algoritma Scrypt yang lebih sederhana dan cepat. Bandingkan dengan Bitcoin yang membutuhkan durasi selama 10 menit lantaran menggunakan algoritma SHA-256 yang tergolong lambat.

6. EOS

EOS adalah software yang diciptakan oleh oleh block.one yang berbasis di Cayman Islands, Amerika Utara. Software ini digunakan untuk membuat sebuah arsitektur jaringan blockchain untuk keperluan tertentu. Perangkat lunak ini mampu melakukan pengaturan terhadap beberapa CPU sekaligus sehingga sistem blockchain tersebut bisa memproses jutaan transaksi per detik.

7. Cardano

Meski terdengar kurang popular, Cardano dengan mata uang digitalnya yang dinamakan ADA cukup diperhitungkan dalam dunia cryptocurrency. Cardano dibuat dalam beberapa lapisan sehingga ada pemisahan dan memberikan keuntungan.

Lapisan-lapisan tersebut dapat menangani transaksi dan lainnya menangani smart contract dan hal lain. Ini menjadikan platform ADA lebih mudah untuk diperbaiki dan dikembangkan lebih luas. Tidak sedikit pelaku usaha menggunakan ADA untuk penyesuaian desain, privasi dan pelaksanaan kontrak sesuai kebutuhan.

8. Stellar

Pada awal 2014 lalu, Jeb Mccaleb dan Joyce Kim menciptakan mata uang digital bernama Stellar (XLM). Stellar ini merupakan protokol open source untuk pertukaran nilai. Menariknya, 95 persen dari mata uang digital ini diberikan secara cuma-cuma.

Mendapatkan koin Stellar tidak dilakukan lewat penambangan (mining). Koin baru akan dihasilkan secara otomatis karena mata uang digital ini menggunakan algoritma Consensus yang akan melakukan verifikasi pada setiap transaksi.

9. NEO

NEO (NEO) adalah mata uang digital yang berasal dari China. Mata uang digital yang dipakai untuk membangun aplikasi terdesentralisasi ini dikembangkan oleh CEO Onchain Da Dongfei pada 2014. Dia dikenal sebagai pemrakarsa Blockchain di Negeri Tirai Bambu itu.

NEO mendukung berbagai bahasa pemrograman, seperi Javascript dan C++. Teknologi yang dimiliki NEO diklaim bisa mengotomatisasi sebuah perjanjian termasuk melacaknya.

10. IOTA

Mata uang digital IOTA muncul kali pertama pada tahun 2015 yang lalu. Penciptanya ada beberapa orang yaitu David Sønstebø, Sergey Ivancheglo, Dominik Schiener, dan Serguei Popov. Sesuai dengan namanya, mata uang dikembangkan untuk memfasilitasi komunikasi dan pembayaran antar perangkat Internet of Things (IoT).

Published at Sun, 08 Dec 2019 04:18:23 +0000

{flickr|100|campaign}

Previous Article

Death Spirals and BTC — What Happens When Miners Capitulate?

Next Article

Bitcoin, What Peter Schiff Fails to Realize

You might be interested in …